New Coworking Space Di Jakarta Selatan

Hi gengs, jadi ceritanya aku minggu lalu dapat kesempatan untuk attend soft launching pembukaan Coworking Space baru di Jakarta Selatan, tepatnya di Amos Cozy Hotel & Convention Center. Tempatnya ini terbilang strategis. Selain mudah akses transportasi umumnya, jaraknya ini dekat sekali dengan MRT Blok-M yang akan segera diresmikan 2019 nanti. Selain itu, suasananya juga enak dan nyaman, sesuai namanya Cozy. Aku pribadi, suka sekali dengan tempatnya. Betah banget, aku bisa kerja berjam – jam sampai lupa waktu. Untung sudah menikah dan punya anak, kalau tidak, bisa lupa pulang aku.

Amos Cozy Hotel & Convention Center

pink-swirly-hi

Generasi X VS Generasi Z

Ternyata beda generasi atau jaman, bukan hanya berbeda cara pandang dan lifestyle-nya, tetapi beda juga cara atau pola kerjanya. Kalau pada jaman orangtua kita (baby boomers), mereka mungkin masih mewarisi lifestyle, cara pandang dan pola kerja dari orangtua mereka secara penuh. Pada generasi Y, masih ada juga yang mewarisi hal – hal tersebut, tapi mungkin sudah tidak murni lagi karena perkembangan jaman. Sedikit demi sedikit, mereka mulai beradaptasi dengan budaya baru yang tercipta. Lain cerita dengan Generasi Milenial atau yang orang sebut juga sebagai generasi Z.

Generasi baru ini adalah digital native. Mereka yang lahir pada generasi teknologi, sudah tidak lagi mengenal baik cara hidup maupun pola kerja dari generasi X. Karena itu, tidaklah mengherankan kalau kedua generasi ini sama – sama mengalami kesulitan untuk memahami pola kerja dan cara hidup satu sama lain. Bagi generasi X, rasanya terlalu sulit untuk beradaptasi. Pasalnya, mereka telah berpuluh – puluh tahun hidup dengan pola dan cara tersebut. Bagi generasi Z, pola dan cara generasi X sudah tidak lagi valid.

pink-swirly-hi

Lifestyle Generasi Z

Menurut Audrey Homan, Generasi Z adalah terminologi yang digunakan untuk refer anak – anak remaja dan pemuda yang lahir sesudah tahun 1995. Ada beberapa karakteristik menonjol yang membedakan mereka dengan generasi – generasi sebelumnya. Namun, diantara beberapa karakteristik tersebut, karakteristik yang paling menonjol adalah kecintaan dan kenyamanan mereka dengan teknologi baru. Selain itu, bagi generasi Z.

Sebenarnya ada 8 trait menonjol dair generasi Z, tetapi disini aku hanya akan share 4 trait yang paling relevan dengan topik kita hari ini. Sisanya kalian bisa baca langsung ya dari Huffington Post. Berikut 4 Perbedaan Utama dari Generasai Z:

1. Less Focus

Sebenarnya bukan mereka tidak fokus, tetapi apa yang dianggap relevant sekarang, belum tentu masih relevant dalam beberapa jam kemudian. Pasalnya, Generasi Z hidup dalam jaman yang terupdate secara konstan dan terus menerus. Semuanya ini dikarenakan perkembangan informasi disosial media yang nonstop.

2. Multi-tasker

Generasi Z surprisingly adalah multi-tasker yang hebat. Walau dianggap tidak fokus dan main – main oleh generasi jadul, mereka dapat dengan cepat dan efisien jugling antara bekerja dan bermain. Ditambah lagi, mereka selalu memasang “beberapa gangguan” di latar belakang ( memasang musik atau film, sambil face time dengan teman) ketika mengerjakan banyak tugas sekaligus.

3. Entrepreneurial

Menurut ahli strategi pemasaran Gen Z Deep Patel“perkembambangan new high tecnology dan highly networked world telah menghasilkan generasi baru yang memiliki cara berpikir dan bertindak yang lebih entrepreneurial.” Karena itu, tidaklah mengherankan jika generasi Z menginginkan lingkungan kerja yang lebih independen. Lebih lanjut, menurut artikel dari Forbes, “72% remaja mengatakan bahwa mereka ingin memulai bisnis suatu hari nanti”. Hal ini dapat kita saksikan dari munculnya banyak perusahaan start-up di Indonesia.

4. Generasi Global

Kalau generasi milenial dianggap sebagai generasi global pertama, generasi Z dianggap lebih global lagi. Hal ini disebabkan, generasi Z mempunyai cara pandang, cara pikir, interaksi dan relasi yang lebih global dari generasi milenial. Hal ini sebenarnya tidaklah mengherankan. Pasalnya, Gen-Z lahir dan tumbuh besar dengan teknologi. Karena itu, lifestyle generasi muda ini jauh berbeda dengan generasi – generasi sebelumnya, bahkan berbeda dengan generasi Millenial.

 

Jaman Now, kerjanya di Amos Coworking Space

pink-swirly-hi

Coworking Space Trend

Menurut informasi yang kudapat dari coworkingresources.org, trend Coworking Space sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2010; namun, baru belakangan ini menjadi hype. Well, fenomena ini ternyata bukan hanya terjadi di US saja, tetapi secara global, termasuk di Indonesia.

Sesuai data yang direlease oleh coworkingresources, di US hingga saat ini tercatat ada 1000+ coworking space baru dibuka dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Di Indonesia, seperti terlansir di Infonitas, Sekretaris Jenderal Asosiasi Coworking Space Indonesia, Felicia Hutabarat mengungkapkan bahwa jumlah perusahaan penyedia Coworking Space di Indonesia melonjak signifikan – +/- hampir 40% kenaikannya. Pada tahun 2016, hanya ada 45 bangunan. Namun tahun 2018 ini, jumlahnya melonjak menjadi 200 bangunan.

Hal ini terjadi karena beberapa faktor berikut:

  • Sekarang sudah bukan lagi jamannya sewa properti jangka panjang (+/- 10 tahun lease). Banyak perusahaan, termasuk perusahaan besar kini memiliki outpost camp di tempat Coworking kecil. Dan ketika mereka merencanakanuntuk membangun fasilitas baru, mereka menggabungkan konsep Coworking sebagai bagian dari design mereka.
  • Baik generasi Millenials maupun Generasi Z lebih menyukai flexible space.
  • Lokasi Coworking Space dapat dengan mudah ditemukan pada CBD Area, dan cenderung berada dalam walking distance dan mudah untuk diakses dengan menggunakan angkutan transportasi umum.
  • New Entrepreneurs, freelancers dan komunitas start-up lebih menyukai dan cenderung memilih untuk bekerja di coworking space karena banyak personal benefit:
    • work-life balance: mereka bebas untuk mengatur waktu kerja, istirahat dan bermain, atau tidak terikat jam kerja kantoran
    • komunitas: walau tidak bekerja dikantoran, tetapi mereka dapat tetap bersosialisasi
    • Networking & Business Development:
      • walaupun mereka professional yang independen, tetapi berkat Coworking Space, mereka dapat saling mengkompliment skills dan saling menolong dalam membangun dan memajukan usaha satu sama lain lewat kerjasama atau kolaborasi.
      • Selain itu, Coworking Space juga membuka kesempatan untuk membangun koneksi dan komunitas baru tanpa harus menghadiri event khusus yang cenderung terbatas atau tertutup sifatnya.

Jaman now mau kerja, bangun usaha, kolaborasi, cari ide, dst. semua dikerjakan di coworking space

pink-swirly-hi

Amos Coworking Space

Kalau kalian ada follow Insta-story aku, kalian pasti tahu kalau minggu lalu aku ikut menghadiri soft opening Amos Coworking Space. Acara yang berlangsung di Amos Cozy Hotel & Convention Center ini dihadiri oleh tamu – tamu hotel, beberapa pengurus dan member IWAPI, HIPPI DKI Jakarta, Lions Club Magnolia, dan juga oleh wartawan dari beberapa Media Indonesia.

Secara khusus, dalam kata sambutannya, Ibu Dra. Khoe Ribka (CEO Amos Cozy Hotel & Convetion Center) menyatakan bahwa Coworking Space kini adalah suatu kebutuhan. Lebih lanjut beliau menjelaskan kalau budaya kerja dan berbisnis jaman now sudah berubah. Jaman sekarang orang sudah tidak lagi pergi bekerja ke kantor, tapi perginya ke kafe atau ke coworking space; deal bisnis, bangun kerjasama, bikin kolaborasi sampai dengan bikin start-ups, semuanya dilakukan di coworking space. Karena itu Amos Cozy Hotel menciptakan Coworking Space untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut.

Kata sambutan dari CEO Amos Cozy Hotel, Dra. Khoe Ribka

 

Terletak di sisi kiri lobi hotel, Coworking Space Amos dengan luas sekitar 100 meter persegi ini memiliki design dan nuansa yang unik. Pada sisi dinding dan langit – langit dapat dirancang dengan warna dan gambar yang kekinian; dilengkapi dengan meja kayu besar lengkap dengan banyak soket listrik, kursi – kursi cantik nan mewah dan elegan dapat kita temukan disetiap sudut ruangan. Hal ini membuat Amos Coworking Space menjadi tempat yang Instagramable banget.

Kalau biasanya coworking space ada batas waktu pemakaian, mengingat tempat ini merupakan bagian dari hotel, Amos Coworking Space buka 24 jam tujuh hari! So, kita bisa datang kapan saja kita mau untuk coworking. Dan karena merupakan bagian dari hotel juga, sebagai member Coworking Amos Cozy, kita bisa mendapatkan harga special untuk menggunakan fasilitas hotel seperti kamar maupun makanan (FB). Asiknya lagi, selama masa promosi sampai dengan Grand Launching di bulan Januari, kita bisa menikmati Free Coffee Break 2 kali sehari (morning coffee break & afternoon coffee break)!

Untuk akses, Amos Cozy Hotel mempunyai lokasi yang strategis dan didukung dengan multi akses. Selain dekat dengan busway stop Blok M, soon setelah proyek MRT Jakarta beroperasi, Hotel Amos juga akan dapat diakses dengan menggunakan MRT.

Langit - langit dan dinding coworking space Amos Cozy Hotel bernuansakan luar angkasa

 

pink-swirly-hi

More Information

Untuk informasi lebih lanjut, kalian bisa check dari officials Amos Cozy Hotel & Convention Centers:

Website I Instagram

Suasana coworking space baru di Jaksel

 

Read Also: Review Lipstick Tasya Farasya X Elsheskin

pink-swirly-hi

 

So, that’s all my sharing for today. I hope you all having a great reading time, and find the information useful. Don’t forget to follow me on my social media for more beauty boosts and updates.

Instagram: @blossom.shine

Facebook: Gracia Cita

Twitter: @jovialbeauty

Youtube: Gracia Cita

xoxo

Blossom Shine

hearts-line-divider-12541935

Resources: