Skincare Myth That You Need To Know – Ngopi Cantik 7

Hi gengs, hari ini aku mau share tentang Skincare Myth. Yess… didunia kecantikan ternyata juga banyak mitos-nya loh! Secara khusus, untuk kategori skincare, ada banyak sekali hal – hal yang perlu kita check ulang. Pasalnya, tidak semua informasi yang ada diinternet itu benar adanya. Karena itu, sebagai pengguna, kita harus rajin membaca dari banyak sumber biar tidak tertipu. Selain itu, dengan banyak membaca dan ikut kegiatan seminar – online atau offline, akan sangat membantu kita untuk merawat diri lebih baik juga.

Ngopi Cantik 7 - Skincare Myths

Untuk informasi seputar Skincare Myth yang akan aku bagikan berikut, aku kutip langsung dari sharing yang dibagikan oleh teman Beauty Blogger-ku Azzahra Ratu Kamila, atau yang lebih akrab dengan nama panggilan Mia, dari acara Ngopi Cantik 7 Beautiesquad.

Buat kalian yang kenal atau pernah baca tulisan dalam blog-nya, insommia.net, pasti paham betul kenapa Mia sampai diundang jadi narasumber Ngopi Canti BS. Nah, buat yang masih baru kenal dengan Mia, beliau adalah seorang ingredients mania. Dalam blog-nya dapat kalian temukan banyak sekali informasi berguna seputar makeup dan skincare ingredients. Semua informasi ini tentunya dia back up dengan scientific research analysis dari ekspert dibidangnya. Karena pengetahuannya inilah beliau diundang untuk sharing tentang Skincare Myth.

The speaker, Mia from Insommia.net
The speaker, Mia from Insommia.net

Skincare Myth

So, seperti telah kusebutkan di atas, dalam dunia kecantikan ternyata ada banyak sekali mitos. Secara khusus di Indonesia, mitos – mitos ini banyak kali dikaitkan dengan masalah ingredients. Mulai dari Myth seputar Natural Cosmetic sampai dengan Myth tentang kandungan bernama Paraben.

Dalam sharingnya, Mia ada 5 Skincare Myth:

1. Natural Cosmetic Myth

Tahukah kalian, ternyata tidak semua kosmetik yang diklaim Natural itu aman untuk digunakan? Dan ternyata, tidak semua produk sintentis yang diproduksi dengan menggunakan bahan kimia itu berbahaya untuk digunakan sehari – hari loh!

Hari ini, ada banyak sekali beauty influencers, beauty bloggers dan vloggers, termasuk saya, suka mengkampanyekan bahwa “produk A aman untuk digunakan, karena menggunakan bahan – bahan alami.” Ternyata, secara konteks, informasi ini salah besar! Karena kata natural itu tidak berarti tidak mengandung unsur kimia.

Contoh 1

Mari kita ambil contoh kandungan air atau  Water. Kandungan yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Pasalnya, kandungan ini sering digunakan sebagai kandungan utama atau kedua dari banyak skincare seperti Toner, Moisturizer, Lotion, dll. Kalau kita lihat penulisannya dalam list ingredients, maka kita akan menemukan kata “water” atau nama kimia-nya “H2O”. Kandungan ini pastinya natural dan aman untuk digunakan selama tidak ada rasa, bau, atau warna yang aneh.

Mari kita perhatikan tulisan yang dibold, “H2O”. Ini adalah sebutan kimia untuk kandungan air. Hal ini membuktikan bahwa yang namanya natural itu sebenarnya bukan berarti tidak mengandung unsur kimia. Karena, kandungan air yang paling dianggap alami pun mempunyai unsur kimia!

Lalu, kenapa yang namanya kandungan alami itu tidak selalu aman? Hal ini berhubungan dengan Skincare Myth ke-2. Namun, sebelumnya, mari kita lihat contoh kedua

Contoh 2

Kalian pasti sudah tidak asing dengan kandungan Titanium Dioxide dan Zinc Oxide dong, Kalau kalian suka pakai Sunscreen atau tabir surya, pasti tahu dengan kedua kandungan ini. Nah, kedua kandungan ini punya fungsi sebagai sunscreen agent yang bermanfaat untuk melawan UVA dan UVB. Tahukah kalian bahwa kedua sunscreen agent yang bagus ini, pada faktanya, diproduksi di pabrik dalam bentuk sintentis. Hal ini disebabkan karena, sekalipun kedua kandungan ini juga dapat diperoleh dari alam, keduanya beracun atau tidak aman kalau digunakan untuk bahan skincare. 

Begitu juga dengan kandungan bernama siliconSilicon sering kali dianggap bahay karena bad publication dari media. Banyak dari kita ketika mendengar kata silicon, pasti langsung kebayangnya suntik silicon. Well, memang ada jenis silicon yang berbahaya, tapi ya tidak mungkin produsen gunakan untuk skincare. Mereka pasti akan memastikan bahwa kandungan yang digunakan aman untuk kulit wajah kita.

Dalam kandungan skincare, jenis silicon yang digunakan bernama Dimethicone. Jenis silicon ini aman untuk kulit kita. Pasalnya, Dimethicone tidak akan membuat pori – pori kita tersumbat.

Read also: Studio Tropik Priming Water Review (Click the Picture)
Read also: Studio Tropik Priming Water Review (Click the Picture)

2. Paraben Myth

Skincare Myth ke-2 yang seringkali membuat orang menjadi parno adalah Mitos seputar Paraben. Sama seperti silicon, Paraben juga adalah kandungan skincare yang sifatnya sintetis, alias dibuat dengan menggunakan unsur – unsur kimia, bukan diekstrak dari alam.

Salah satu alasan kenapa orang takut dengan Paraben adalah karena diisuekan dapat menyebabkan kanker payudara. Faktanya, kalau kalian adalah salah satu followers @labmuffinbeautyscience, mungkin pernah membaca artikelnya tentang Paraben. Disana, ia mengklarifikasi sejarah Paraben Myth ini.

Jadi, issue ini tersebar karena ada sebuah media yang menggembar gemborkan bahwa Paraben adalah reseptor estrogen yang bisa mempengaruhi hormon wanita. Estrogen ini dikatikan dengan penelitian kanker payudara dan ketidakmampuan wanita melakukan reproduksi.

Disini, mereka mengsalahartikan penelitian yang diadakan pada tahun 2004 tersebut, dan mengkaitkannya dengan kanker payudara, dimana jaringan di dalam payudara tersebut ditemukan Paraben. Namun, jumlah Paraben yang ditemukan sebenarnya sangatlah sedikit, sehingga tidak mungkin menyebabkan atau mengtriger penyakit kanker payudara.

Karena itu, kalau ada green beauty campaign yang menyebutkan bahwa produk mereka “Paraben Free, Lanolin Free dan SLS Free”, hal ini sebenarnya bersifat pembodohan. Biar lebih meyakinkan, ijinkan aku membagikan background story yang Mia temukan ketika ia mempelajari tentang Paraben Myth ini.

Di Indonesia, secara khusus, kebanyakan produk menggunakan ethylhexylglycerin, Phenoxyethanol, dan DMDM Hyantoin sebagai bahan pengawet kosmetik atau skincare. Namun, sampai saat ini, Paraben adalah kandungan yang paling aman. Pasalnya, Paraben sudah ratusan tahun dari sejak ditemukan sampai sekarang, jumlah kasus alergi atau kasus yang membuat Paraben dianggap berbahaya, sangatlah sedikit. Sementara dibeberapa negara, kandungan Phenoxyethanol dilarang untuk digunakan; karena rasio timbulnya alergi karena kandungan ini lebih tinggi daripada Paraben.

Read also: Corine De Farme Micellar Wipes (click the picture)
Read also: Corine De Farme Micellar Wipes (click the picture)
Paraben Safety Standard

Untuk safety standard, kita dapat mengacu kepada Cosmetic Ingredients Review (CIR), salah satu lembaga terpercaya yang didirikan di Amerika atas inisiasi beberapa brand kosmetik. Mereka menyatakan bahwa kandungan DMDM Hyantoin, Phenyxoxyethanol dan Paraben aman untuk digunakan sebagai bahan skincare selama memenuhi safety standard yang berlaku.

Biasanya, jumlah maximum untuk penggunaan Paraben dalam skincare adalah 1%. Namun, fakta dilapangan, perusahaan hanya menggunakan 0.1 – 0.2% saja.

Untuk kandungan DMDM Hyantoin, kandungan ini adalah bahan pengawet jenis Formaldehyde. Jadi, ketika ada bakteri hinggap di skincare, DMDM berfungsi sebagai anti-mikroba. Walau sampai detik ini masih dianggap aman, tetapi kadar penggunaan maksimum yang aman adalah 0.2% saja. Hal ini disebabkan karena kemungkinan kulit kita iritasi jauh lebih besar daripada kemampuan kandungan DMDM sebagai pengawet. Tapi please note kalau hal ini masih dalam penelitian lebih lanjut ya.

Additional Story

Pada tahun 2007, ada studi yang mempelajari mengenai pembesaran jaringan payudara yang tidak normal pada tiga remaja laki – laki. Singkat cerita, ketiga remaja pria ini jadi mempunyai payudara, yang secara scientific disebut sebagai Prepubertal Gynecomastia. Hasil studi yang dipublikasikan oleh New England Journal Of Medicine.  Ternyata pembesaran payudara yang dialami oleh ketiga pria remaja ini bukan disebabkan oleh Paraben, melainkan oleh Tea Tree Oil dan Lavender Oil. Singkat cerita, kedua oil ini dapat merangsang estrogenic effect.

Karena itu, ijinkan aku untuk menekankan sekalilagi bahwa tidak selamanya kandungan skincare yang alami itu aman, dan Paraben itu berbahaya. 

My current faves 2in1 Mask & Facial Wash (Click the picture for the review)
My current faves 2in1 Mask & Facial Wash (Click the picture for the review)

3. Petrolatum, Petroleum Jelly & Mineral Oil Myth

Skincare Myth ketiga adalah mengenai Petrolatum atau Petroleum Jelly dan Mineral Oil, yang seringkali dianggap berbahaya. Pasalnya, banyak orang percaya bahwa kandungan mineral oil-nya dapat menyumbat pori – pori kulit kita.

Mineral oil dan petrolatum terbentuk dari hidrokarbon. Hmm.. apakah kedua kandungan ini aman? Sesungguhnya kedua kandungan ini aman. Banyak orang merasa takut karena kedua kandungan ini berasal dari petroleum. Petroleum sendiri adalah cairan yang ditemukan di bawah batu sedimen. Biasanya elemen ini digunakan untuk bahan bakar mobil (bensin) dll. Tetapi petrolatum atau mineral oil yang digunakan untuk skincare sudah didistilasi atau sudah melewati proses purifikasi. Karena itu, kedua kandungan ini aman untuk digunakan sebagai kandungan Kosmetik.

Lantas, kenapa ada orang – orang yang setelah menggunakan produk yang mengandung petroleum atau mineral oil kulitnya jadi berkomedo atau timbul jerawat? Well, menjawab issue yang satu ini, sesungguhnya ada 2 faktor yang harus dicek terlebih dahulu. Faktor pertama misalnya, bisa jadi sejak awal pori – pori kita sudah tersumbat, tetapi kitanya tidak sadar. Namun, memang bisa juga terjadi karena faktor kedua, dari pihak produsen ternyata tidak menggunakan mineral oil yang murah meriah demi menekan production cost. Jadi, jangan langsung salahin skincare-nya ya, dan coba untuk menelitit lebih lanjut terlebih dahulu.

Boleh banget dibaca - baca buat referensi (click the picture to read)
Boleh banget dibaca – baca buat referensi (click the picture to read)

4. Skincare Anti Aging Myth

Aku yakin banyak dari wanita diluar sana yang  concern perihal anti-aging. Karena itu, semua produk yang berjudulkan collagen, anti-aging, dan membantu mencegah penuaan dini, laku keras bak kacang goreng. Secara khusus, yang namanya liquid gold dan collagen selalu dipromosikan sebagai bahan anti-aging. Sayangnya, faktanya tidaklah demikian. Karena itu, dalam skincare myth keempat,

Semuanya ini bermula ketika tren mengkawinkan unsur metal ke skincare, dan untuk meningkatkan penjualan, oleh tim marketing diciptakanlah tren anti-aging. Aku yakin teman – teman yang sedang membaca postingan ini pun pasti pernah memakai salah satu dari kedua produk ini. Aku pun pernah menggunakan dan bahkan mengkonsumsi produk Kolagen.

Sampai sejauh ini, menurut Mia, unsur metal yang paling bisa dipercaya adalah Copper Peptide. Pasalnya, sudah ada cukup banyak penelitian yang mengarah ke sana, dan peptide sendiri memang adalah salah satu bahan menjanjikan untuk anti-aging.

Collagen

Hydrolyzed Collagen adalah elemen kolagen yang dipecah – pecah menjadi molekul terkecil. Molekul ini lalu ditetapkan menjadi bahan skincare dengan menggunakan Dalton Rule. Biar tidak pada bingung, let me explain a little bit about  it. Dalton Rule adalah suatu metode dimana suatu bahan ditentukan apakah dapat digunakan menjadi bahan skincare atau obat. Dalam prosesnya, masa molekul dari bahan tersebut ditimbang, apakah lebih cocok untuk menjadi bahan drug (obat) atau skincare. Kalau dibawah 500, maka sifatnya drug. Sebaliknya, kalau pas di 500, maka bahan tersebut dapat digunakan untuk menjadi bahan skincare.

Collagen memiliki kisaran molecular weight sekitar 80 – 12kD. Jadi kira – kira ribuan sampai puluhan ribu. Nah kalau demikian, bagaimana caranya kandungan Collagen yang segitu besar dapat tembus ke dalam lapisan kulit kita? Yang terjadi adalah, kandungan Collagen tersebut hanya akan sit on top of our skin. Karena alasan inilah, Collagen sebenarnya lebih tepat disebut sebagai humectan. Sebab, efek yang diberikan hanyalah melembabkan saja.

Perbandingan dengan kandungan lain

Untuk perbandingan, mari kita bandingkan dengan kandungan lain seperti, Salicylic Acid misalnya. Berhubung kandungan ini bisa dijadikan drug, maka sangat mungkin untuk tembus ke pori – pori terdalam, dan membantu melakukan eksfoliasi dari bagian dalam kulit. Begitu juga dengan Retino. Retinol itu dikisaran 200an. Karena itu, kandungan ini dapat digunakan sebagai bahan Anti-Aging.

Dengan ini, kita dapat simpulkan bahwa Collagen dan Liquid Gold adalah mitos. Pasalnya, kedua kandungan ini tidak dapat tembus masuk kedalam lapisan kulit kita.

Skincare Myth & BPOM

Sejauh ini, BPOM sudah melakukan cukup usaha untuk memonitor. Meski demikian, banyak dari end users yang sepakat bahwa akan lebih baik lagi kalau BPOM menjadi lebih strict dalam memeriksa sebelum memberikan ijin beredar. Pasalnya, sekarang ini ada banyak sekaliproduk beredar atas izin BPOM, tapi tanpa pengecekan dari BPOM sendiri. Menurut Mia, dari hasil penelitian pribadinya, beliau pernah membaca bahwa ada 2 jenis kode BPOM:  kode izin edar dan kode BPOM approved. Untuk izin edar namanya notifikasi kosmetik, sementara nomor registrasi BPOM diberikan oleh BPOM setelah sampel produknya diuji.

Sayangnya, sayang banget, BPOM itu belum seperti FDA. Buat yang belum pernah dengar tentang FDA, FDA  adalah lembaga BPOM di Amrik. Menurut Mia,  beliau mengalami kesulitan ketika mencari informasi mengenai Peraturan Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika Indonesia yang lengkap. Ada tapi, informasi yang didapatkannya sudah out of date, atau belum di update sejak tahun 2011. Sedang FDA, mereka punya Peraturan Persayaratan Teknis Bahan Kosmetika yang lengkap dan diatur sedemikian rupa walaupun mereka juga belum 100% sempurna. Tapi setidaknya dalam panduan tersebut dijelasikan mana yang aman, mana yang boleh, berapa kadar persentasenya yang aman, dll. Sehingga kita dapat mengecek dengan mudah, apakaha kadar yang ada di dalam skincare yang mau kita gunakan aman atau tidak.

Contohnya, kita mau cari tahu soal silikon yang aman, sunscreen agent yang diperbolehkan apa aja, plus bahan pengawet apa yang diperbolehkan; dalam panduan FDA, informasi ini ada semua. Sedang dari BPOM, informasi seperti ini belum ada.

Clinelle Caviar Gold - membantu mengencangkan kulit wajah (click the picture for the full review)
Clinelle Caviar Gold – membantu mengencangkan kulit wajah (click the picture for the full review)

pink-swirly-hi

Ngopi Cantik Series

Well, itulah ringkasan mengenai Skincare Myth dari Ngopi Cantik 7. Buat yang penasaran sama konten Ngopi Cantik lainnya, berikut adalah list Ngopi Cantik yang pernah aku ikuti:

 

 

pink-swirly-hi

So, that’s all my sharing for today. I hope you all having a great reading time, and find the information useful. Don’t forget to follow me on my social media for more beauty boosts and updates.

Instagram: @blossom.shine

Facebook: Gracia Cita

Twitter: @jovialbeauty

Youtube: Gracia Cita

xoxo

Blossom Shine

Hi, it's me Gracia Cita, the blossom shine girl

hearts-line-divider-12541935